Budidaya Jamur Tiram Omset Puluhan Juta Perbulan

Peluang usaha jamur tiram Budidaya jamur tiram merupakan salah satu potensi bisnis yang tergolong sangat menjanjikan apabila dikembangkan di daerah yang beriklim tropis seperti yang ada di Indonesia ini. Investasi atau modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram pun cukup murah sehingga Anda tidak perlu lagi menyiapkan modal yang terlalu besar dalam mengembangkan bisnis ini. Didalam menjalankan budidaya jamur tiram ini pun ada beberapa bagian yang sulit dan Anda perlu lakukan yaitu pembuatan baglog.

Baglog adalah media tanam yang sebelumnya telah diinokulaikan dengan bibit jamur tiram pilihan yang memiliki kualitas bibit yang bagus. Jenis jamur tiram ini adalah jamur yang yang sering dibudidayakan oleh masyarakat. Jamur tiram adalah jenis jamur yang bisa dikonsumsi. Aneka olahan makanan yang dibuat dari jamur tiram ini juga cukup banyak dan juga semuanya memiliki cita rasa yang sangat nikmat. Kebutuhan para pembisnis makanan dari jamur tiram ini semakin meningkat sehingga membuat potensi bisnis jamur tiram sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Peluang usaha bisnis jamur tiram ini dapat dijalankan oleh siapa saja bahkan sebagai pembisnis yang masih pemula. Sebelum anda menjalankan usaha budidaya jamur tiram ini alangkah baiknya anda tahu cara membudidayakan jamur tiram ini, agar nantinya usaha yang Anda jalankan bisa berkembang. Lalu tahapan apa saja yang perlu anda lakukan dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram ini, diantaranya bisa Anda lihat di bawah ini.

Jamur Tiram

Jamur Tiram via : satujam.com

Cara budidaya jamur tiram

Di bawah ini saya akan mengulas langkah yang harus anda persiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram.

Menyiapkan kumbung

Kumbung Jamur

Kumbung Jamur via : plantationconsultant.blogspot.com

Kumbung atau rumah untuk jamur adalah suatu tempat untuk merawat baglog dan juga untuk menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang gunanya untuk diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk bisa menjaga suhu dan juga kelembaban.

Kumbung biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung dapat dibuat dari gedek ataupun bisa dari papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Hindari menggunakan asbes atau seng untuk atap, sebab atap tersebut bisa mendatangkan panas. Sedangkan pada bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur tiram dapat gampang meresap.

Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dirancang bertingkat. Rak tersebut nantinya akan berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak dapat dibuat dari bambu ataupun kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lainya dipisahkan oleh lorong untuk perawatan jamur tersebut.

Untuk ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak dapat dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan juga panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak akan bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan dari rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Sebelum baglog ini anda masukkan kedalam kumbung, maka sebaiknya anda melakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah persiapanya:

  • Bersihkan kumbung dan juga rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
  • Lakukan pengapuran dan juga penyemprotan dengan menggunakan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog anda masukkan ke dalam kumbung.
  • Setelah bau obat telah hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Dan seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.

Menyiapkan baglog

Baglog Jamur Tiram

Baglog Jamur Tiram via : jamurpedia.com

Baglog adalah media tanam tempat untuk meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog yaitu serbuk gergaji, sebab jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus dengan plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi sebuah lubang. Dan pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Pada usaha bisnis budidaya jamur tiram skala besar, para petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Akan tetapi bagi petani pemula dengan modal yang terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga para petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.

Saat ini, baglog jamur tiram yang memiliki bobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.500-3.000. Adapun jika ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram di bawah ini.

Cara membuat baglog

Ada cara menyusun baglog dalam rak, yaitu yang pertama letakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan yang kedua secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.

Dari kedua cara ini memiliki kelebihan masing-masing. Baglog yang disusun dengan cara horizontal lebih aman dari siraman air. Namun jika penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan akan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan dengan cara horizontal lebih menyita ruang.

Berikut beberapa cara perawatan budidaya jamur tiram, yaitu sebagai berikut:

Sebelum baglog disusun, maka bukalah terlebih dahulu cincin dan juga kertas penutup baglog. Lalu diamkan kurang lebih 5 hari. Jika lantai terbuat dari tanah maka lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.

Setelah itu, potonglah pada ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Diamkan selama 3 hari dan jangan dulu disiram. Penyiraman hanya cukup pada lantainya saja.

Lakukan penyiraman dengan menggunakan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan dengan tetesan-tetesan air. Sebab semakin sempurna pengabutan maka akan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan juga kelembaban kumbung. Jagalah suhu pada kisaran 160C-24oC.

Baca juga : Teknik Ternak Bebek Hasil Panen Melimpah; Pedaging, Peking Dan Petelur

Panen budidaya jamur tiram

Hasil Panen Jamur Tiram

Hasil Panen Jamur Tiram via : karunia-alam.blogspot.com

Bila baglog yang anda gunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, maka biasanya dalam jangka 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, maka jamur akan tumbuh dan juga sudah bisa anda panen. Baglog jamur dapat panen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Maka baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan bisa menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang ataupun bisa anda jadikan bahan kompos.

Pemanenan dilakukan pada jamur yang sudah mekar dan juga membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya sudah terlihat meruncing. Namun tudung jamurnya belum pecah serta warnanya masih putih bersih. Jika masa panen jamur lewat setengah hari saja maka warna jamur ini akan kuning kecoklatan dan juga tudungnya akan pecah. Bila sudah seperti ini, maka jamur akan cepat layu dan tidak lagi tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2 sampai 3 mingguan.

Pencegahan Hama dan penyakit pada jamur tiram

Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas banyak tentang jamur tiram, maka berikutnya kita akan membahas cara pencegahan hama jamur tiram, pada kali ini kami akan menginformasikan kepada anda semua tentang beberapa jenis penyakit pada jamur tiram lengkap beserta cara pencegahannya.kkkk

Biasanya penyakit pada jamur tiram muncul disebabkan adanya bakteri, fungi, kapang, ataupun virus. Jamur tiram atau baglog yang terkena penyakit biasanya ditandai dengan timbulnya noda-noda berlendir, berwarna, ataupun kerusakan fisik tubuh buah jamur tiram maka dengan demikian jamur tidak dapat dipanen. Secara umum, timbulnya penyakit pada jamur ini disebabkan kurangnya sterilnya proses produksi mulai dari pembibitan hingga inkubasi.

Beberapa jenis penyakit yang biasanya terdapat pada jamur tiram :

Trichoderma spp atau Buto Hijau

Trichoderma

Trichoderma via : budidayajamurtiramputih.com

Trichoderma bisa menyebar melalui udara ataupun terbawa oleh pekerja. Ciri-ciri kontaminasi yang disebabkan oleh jamur ini yaitu timbulnya bintik bintik hijau pada media baglog jamur tiram sehingga pertumbuhan miselium jamur tiram ini menjadi terhambat. Trichoderma biasanya sangat banyak terdapat pada media log jamur yang sudah mati atau pada permukaan tanah. Cara mengatasi permasalahan ini yaitu dengan segera membuang media log jamur tiram yang telah terkontaminasi. Dan pencegahannya bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi atau desinfektasi tenaga kerja dan juga peralatan yang digunakan untuk perawatan kumbung.

Mucor spp atau Buto Ireng

Mucor

Mucor via : jamurkita.com

Kontaminasi Mucor ditandai dengan adanya noda hitam pada permukaan media baglog. Kontaminasi yang satu ini dapat menyebabkan adanya persaingan pertumbuhan Mucor dengan miselium jamur tiram. Pencegahanya bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan baglog jamur dan juga mengatur atau menurunkan suhu ruangan dengan membuka dan juga mengatur sirkulasi udara.

Neurospora spp atau Buto Orange

Neurospora

Neurospora via : jamurtiramstabat.wordpress.com

Neurospora bisa menghambat pertumbuhan miselium dan juga tubuh buah. Neurospora menimbulkan tepung “orange” pada permukaan kapas sehingga dapat penyumbat baglog. Pencegahanya bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi media baglog dengan sempurna dan juga mengurangi jumlah susunan baglog jamur tiram.

Penicillium spp atau Buto Coklat

Kontaminasi Penicillium ditandai dengan adanya tumbuhnya miselium berwarna coklat atau merah tua. Pencegahanya bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada ruangan inkubasi. Sedangkan untuk mengatasi supaya serangan Penicillium tidak menyebar yaitu dengan membuang media baglog yang terkontaminasi.

Baca juga : Cara Khusus Ternak Sapi Modal Kecil Untung Ratusan Juta

Semoga tips bisnis ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, sehingga bisnis budidaya jamur tiram yang dijalankan bisa berjalan lancar dan hasil panen yang didapatkan juga bisa optimal. Salam sukses.

Budidaya Jamur Tiram Omset Puluhan Juta Perbulan | fadli | 4.5
Dukung kami dengan klik Like
×